(Senin-20-Maret-2017
Pkl 16:15), berawal dari sepulang kuliah. Habis kita berkuliah tentang ubudiyah
dalam perspektif hadis, kita melanjutkan kerja diskusi mengerjakan
lembaran-lembaran bermakna yang di suguhkan kepada kawan dan dosen(makalah
kaleee :v ) tentang nahwu.
Kami ber-Tiga berkelompok Kang Khafidz,
Muna dan Whaehama yang terkenal dengan nama Ahmad (eit2 terkenal), kami
berkelompok saling berbagi tugas antara satu dengan lainnya (ciyee kompak :D ),
tepatnya dalam pembahasan Hal. Hal adalah sesuatu yang berguna untuk
menjelaskan suatu frasa yang mana frasa tersebut sudah lengkap susunannya, jadi
hal menjelaskan diluar susunan tersebut (maksudnya menjelaskan shahib halnya).
Tak lama kemudian datang dua orang cewek
mendekati kami, mereka berada pada jurusan PBA tepatnya. kami duduk bersimpuh
singkuh bagaikan B....(lealah leee kui lagu mantenan, ngawut ae hehehe :D),
kami saling berkenalan eh ternyata guys, dia anak panggung sama seperti saya
(ciye ..... biasa, dulur pondok), sampingnya anak pasnya pondok deket Stasiun
Sumber Gempol (ndi kui? wes pokoke sekitar kunu lahhh).
Saat aku membaca, memahami dan
menelaah(ojo keren2 bahasamu, kyo dosen ae hehehe), aku menemukan kesulitan,
jadi saat ada kesulitan itu aku pun menanya karena kita sama-sama membedah
tentang bahasa Arab khususnya. Di sela-sela kita membedah kita bergurau
kecil-kecil-an (Ber-lima), karena saling mendapatkan kesuraman (kyo hantu aee
heheh :D ), saling menutup ketidakfahaman dan mencari opsi atas permasalahan.
Lama kita diskusi, matahari mulai
tergelincir(Kebreseett aaa heuheuheu). akupun Sholat Ashar. Aku tak sempat
mengajar(ciyeee, murodti kaleee :v ), akupun beranjak ke tempat sujudku, usai
ku kembali ke tempat diskusi. kita berlanjut dan hari mulai menggelap mereka
berdua kembali keasalnya (mbuk kiro matii hehehe). Seusai itu, muna berkata
kepadaku bahwa mereka berdua berkata demikian. "Coro ngerti kalo ada
Jurusan Kyo awa Dewe(kita bertiga) Pasti kita masuk jurusan iki".
Mereka kan anak PBA, kenapa mereka tak
bersyukur dengan jurusan mereka? padahal akupun kagum dengan Jurusan PBA, aku
suka yang nuansa bahasa, islami dan teknologi. Aku juga ingin PBA, PAI juga.
Namun, tadi sebelum aku sholat dan meninggalkan mereka berdua, aku berkata
"Bisanya Nahwukan hanya membahas itu-itu aja, hanya monoton seperti itu,
mungkin seperti kitab jami' durus.., kalo nahwu al-Arobiyyah kita membahas
nahwu, nahwu dari segi teks al-Quran, Syi'ir2 dan tidak monoton".
Mungkin karena stimulusku mempengaruhi
mereka, heheheh (Guyon, jane podo ae, penting sinau mempeng, hubungan dengan
lainnya jangan sampai punah, dan jangan bilang tidak pada literasi perbedaan)
(sok ceramah luuu :D )

ConversionConversion EmoticonEmoticon