Tangan Kanan ada Melati dan di Tangan Kiri ada Mawar

(sebuah tulisan tak berguna tentang cinta busuk)

     Persoalan tentang cinta sudah ada sejak dahulu, bahkan bisa jadi nabi Adam penumbuh cinta pertama bagi manusia terhadap sesamanya. Kita bisa lihat kisahnya yang tertera pada surah al-Baqarah secara runtut pada ayat 30 sampai 38. Nabi adam diciptakan oleh Allah di Syurga dalam keadaan sendiri. Karena Allah kasihan terhadap nabi Adam, akhirnya Allah ciptakan seorang pasangannya bernama siti hawa yang disebut-sebut sebagai tulang rusuknya. Meskipun dikalangan ulama’ tafsir memiliki banyak perbedaan pendapat tentang tulang rusuk, apakah benar-benar diciptakan dari tulang rusuk ataukah hanya simbol saja, wallahu ‘alam.
Di dalam cinta juga ada cemburu, asal-usul cemburu dikalangan anak adam (manusia) adalah terdapat pada kisah kedua anaknya Qabil dan Habil. Cemburu dimunculkan pertama kali oleh Qabil. Pada saat nabi adam menyuruh berkurban hewan ternak. Habil lah yang diterima karena keikhlasannya. Akhirnya ia dijodohkan dengan anak adam yang cantik, sedangkan Qabil mendapatkan stock terakhir, yakni cewek yang tidak terlalu cantik. Qabil cemburu, kemudian ia menghunuskan kemarahan dengan membunuh saudaranya sendiri Habil. Setelah membunuh ia kebingungan, mau diapakan saudaranya yang sudah meninggal. Akhirnya ia melihat seekor gagak mengubur gagak yang lain ke dalam tanah, kemudian ditiru oleh Qabil. Peristiwa itu juga disebut oleh manusia sebagai panutan pertama kali cara mengubur manusia.
     Masalah cinta memang sudah diatur oleh Allah ketika manusia masih di dalam kandungan ibu. Disitulah ditetapkan jodoh, mati, harta sudah ditetapkan. Jadi manusia tak perlu khawatir masalah itu. Tetapi untuk mendapatkan ketetapan tersebut haruslah dengan usaha manusia itu sendiri untuk menggapainya. Bukan dengan ikhtiyar yang tak masuk akal meskipun menurut Allah hanya kun fayakun. Seperti menginginkan si do’i hanya dengan memupuk do’a dalam sepertiga malam, memupuk cinta dalam diam, atau menggunakan pasukan tak terlihat untuk menarik cinta tak wajar.
Cinta juga mempengaruhi penulis status ini, terkadang cinta seperti bunga, terkadang juga seperti duri. Makanya ia selalu berhati-hati dengan cinta. Ia lebih menjaga diri karena didikan seorang ibu terhadapnya. Ibu berpesan untuk berhati-hati saja, jangan sampai mempengaruhi prestasi belajarmu.
     Perjalanan cinta mulai tertulis sejak MI, ia muncul dengan sendirinya. Padahal ia hanya terfokus dengan bermain saja sebagai pengisi waktu luang dijenjang pendidikan dasar. Cinta pertama muncul ketika kelas tiga MI, itu aja karena the power of bully. Bully juga terkadang berbahaya, kadang menjadikan sakit dihadapan orang banyak secara psikologis, kadang juga membuat hati tertarik dengan sendirinya apapun itu rupanya.
     Dahulu konon katanya “apabila ada di kuku muncul berkas atau bercak putih, bukan karena goresan atau benturan, akan tetapi kata orang terdahulu ada yang ia suka”. Memang remeh, tetapi terkadang benar adanya, tergantung tembung titen yang digunakan. Anehnya pas kelas tiga ada sembilan bercak, sampai aku lupa siapa saja yang ia gores.
    Kelas empat muncul nama pertama kali adalah novita imroatus solikah, ia memang cewek paling cantik sekelasnya, jeleknya ia terlalu dekat dengan teman-teman cowok, dan sedikit harus dibersihkan interaksi dan fikiran kotor serta rasa yang ia miliki terhadap lawan jenis yang berlebihan. Khususnya suka baperan. Sehingga tidak heran bila ada yang sekolah MI kelas bawah udah menstruasi duluan karena ia mendewasakan diri secepat mungkin baik dengan menghayati sinetron atau pacaran.
     Di kelas enam, ada seorang cewek aneh yang bernama fadhlina lailatul badriyah. Ia seorang rival khafidz dalam berprestasi. Meskipun katanya “lakon teko keri” maksudnya kemenangan datang terakhir dengan usaha yang luar biasa. Saat di kelas, lembar jawaban ujiannya dikoreksi oleh saya. Ia meloncat kegirangan (ups jangan berpikir jorok) dengan rasa bahagia. Sebenarnya khafidz peka, apalagi ditambah dengan kata-kata taufik teman sepermainan (teman bermainnya) yang mengompori terus bahwa fadhlina lailatul badriyah menyukainya. Khafidz tetap diam dan tidak memberikan respon positif terhadapnya karena ia berpikir ia masih kecil (belum cukup umur).
     Kemudian pada tingkatan belajar selanjutnya, tepatnya ketika ia menginjak sekolah madrasah tsanawiyah negeri denanyar jombang. Saat kelas dua ada seorang santri putri bernama nike putri rizki, berpostur tinggi, lumayan gede. Ia menyukai khafidz. Tidak diketahui apa yang membuat ia suka, mungkin karena aku pendiam, sebelum mengaji kitab selalu menyapu lantai, kalau ada yang mengintip lari, kalau ada cewek yang mengajak bicara melempar muka, kadang lebih baik pergi. Khafidz memiliki background pemalu, sehingga dengan siapapun ia selalu mengacuhkan wajah.
Saat nike ulang tahun, aku dipersembahkan untuk mengambil dua donat, lainnya buat teman-teman cowok ku. Itu pun aku tidak melihatnya sama sekali. Pas saat ngaji di bawah auditorium yayasan mamba’ul ma’arif aku berdiri dihadapannya, aku pun tidak melihatnya. Ia ternyata lebih gemuk dan lebih tinggi, jadi aku nggak jadi menyukainya. Tipe saat itu memang yang dipandang khafidz adalah lebih kecil dari dirinya.
     Lama tak memberikan respon positif. Akhirnya ada teman sederajat dengannya. Sesama jurusan RMBI (Rintisan Madrasah Berstandar Internasional). Namanya Rini Yulia Maulidah yang akrab dipanggil ririn. Bermata sipit, pemalu, kecil, pendek. Pada awalnya aku cuek banget. Ciri-ciri suka yang nampak darinya pertama aku sering dikirim salam darinya, kedua aku dimasukkan grub RMBI Class di facebook, ketiga aku sering di chat sama dia. Karena aku masih kecil aku masih mengurungkan niat.
     Akhirnya pas kelas 3 mts aku baru berani ketemu, itu aja dengan tujuan membantu membuatkan sarapan kecil untuknya di asrama sunan ampel putri. Pada saat itu kita janjian lewat telepon genggam yang ada tv nya.
     Tiba-tiba ketika kita semakin akrab, ada halilintar lewat. Aku dikira disukai ilmin ainus syifa. Aku dilempar gossip panas dengan nama itu, akhirnya kalau api sudah menjalar, maka sulit pula dipadamkan. Aku angkat bendera putih dan masih melihat mentari dari pucuk bumi.
     Tak terasa sudah aliyah, saya rasa kenangan pahit sudah hilang. Ia (ririn) mengambil jurusan akselerasi, sedangkan aku jurusan reguler sebagai jalan aku bisa menjadi yang terbaik. Akhirnya aku selalu rangking 1. Pada awalnya ia mengajak untuk mempercepat sekolah dan akupun tidak mau demi prestasi yang kugambarkan pada benakku pasti tercapai.
     Di kelas 2 aku mengenal gadies malina asy syahbana. Dia gadies yang baik, gemuk kurasa, tembem. Ia suka senyum, shopping, kuliner, pokok tentang fashion dan makanan sangat jago (kurasa). Namun hal yang membuat ia suka dari sifat rajinnya. Ia sangat care dengan organisasi LBAI sehingga aku sebagai ketua dan ia sebagai sekretaris yang aku kagumi.
     Saat diujung kelas terakhir aku ketahuan oleh teman-teman bahwa aku suka dengannya, tapi aku tutupi dengan embel-embel kami adalah sahabat. Hubungan kita terasa sedikit rapat saat kita memang sama-sama pegang handphone. Tepatnya kelas tiga aliyah.
Hal yang unik aku dengannya ialah di kelas LBAI (sekolah sore pilihan yang isinya belajar bahasa arab dan inggris). Aku selalu terfokus bercakap dan bergurau dengannya. Hal yang bisa membuat ku berbicara dengannya ialah karena aku menjadi jembatan diantara dua jalan “melancarkan hubungan percintaan antara khariri firdaus dengan gadies malina asy syahbana”. Aku ditengah pertikaian mereka membuat status kecil “sekarang memang aku menjadi jembatan diantara dua jalan, tapi kelak aku akan memilikinya”. Status itu tiba-tiba terbaca oleh si gadies. Aku malu dan bahagia. Akhirnya kalau tidak salah status itu sudah saya hapus. Takut terbongkar.
     Kenangan yang lain, saat ia ulang tahun. Aku diajak sama konyel, teman akrab gadies untuk mengerjainnya. Aku disuruh memanggil untuk menyambang (menjenguk sementara) dengan embel-embel masalah kinerja LBAI.
     Tiba-tiba saat ia dihadapan pintu, konyel melempar air dicampur dengan tanah ke arahnya. Gadies pun marah dan kayaknya bahagia sih. Dengan pandangan mata terbelalak. Akupun tertawa terpingkal-pingkal melihatnya.
Kenangan yang lain, aku diuji dan dikerjain dengan sikap ia marah. Ia semakin cuek denganku. Ketika wisuda LBAI ia berfoto denganku dengan pakaian wisuda, namun memajang wajah sinis. Esoknya adik kelasku menjenguk aku di pondok putri. Dengan alasan ia ingin meminjam 5 kopyah hitam untuk acara pentas seni.
     Aku bawakan kopyah di depan sambangan sunan ampel putri dan ia menerimanya. Tiba-tiba, “selamat ulang tahun....” tepatnya umurku sudah 18 tahun. Aku dibuatin secuil kue ulang tahun. Ada jazilatul hikmiyah dan konyel memeriahkan ultahku. Aku malu, terilhat dari atas ada muflikhun berteriak “cie, mana buat aku”.
     Karena kuliah sekarang jadi kita agak lost kontak. Karena memang kita juga belum terikat dengan kata aku suka padamu, jadi kita hanya sahabat (kurasa). Sebenarnya aku hanya kagum, untuk suka itu bonus, karena manusia dianugerahkan sifat cinta dan suka terselip pada hati dan jiwa. Tergantung kita mempergunakannya.
     Tapi disisi lain, ada Rofiqul Istighfarin, teman akrab m. zulal arwa, dan aku pun juga teman akrab rofiqul istighfarin. Istighfar berkata “sebenarnya yang khafidz suka hanyalah rini yulia maulidah...” memang ada benarnya tetapi, api yang sudah menjalar apakah bisa dipadamkan dengan setimba air?, wallahu ‘alam.
Pada perkuliahan aku dikenalkan dengan seorang vokalis bokingan banjari. Namanya Siti Naila Zakiyah. Rasaku berubah lagi, dahulu dikarenakan cantik, berubah menjadi kecil, berubah lagi menjadi rajin, dan terakhir berubah rasa cinta karena suara. Alasanku simpel karena kagum dengannya, bukan karena suka dengannya. Aku ingin lebih dekat dan menjadikannya menjadi partner banjari.
     Sekilas aku merasa “kok rasanya enak ya punya cewek bisa nyayi, kebayang nggak?, kalau ia menyayikan kita disaat bosan, dongeng sebelum tidur, latihan qiraah bareng, seperti mbak Dwi vokalis MQ”. Kurasa hanya bayangan yang tak sengaja lewat.
     Sekejap terdengar ada berita panas dari luthfia. “ia udah punya pacar”. Sebenarnya bukan panas sih. Namanya keakraban dengan vokal, apabila udah punya pasangan takutnya ganggu kehidupannya.
     Eh ternyata jembatan yang kugunakan sebagai salam keakraban dan kekagumanku terhadap suaranya malah berbelok kepadaku. Kok sama seperti statusku dulu ya?.
     Namanya luthfia sebagai jembatanku. Ia gendut (kurasa), tinggi (mungkin), suka minum yakult, nyemil, makan sedikit, bakti ortu, suka pulang, kayaknya sih baperan. Beda dengan gadies yang sedikit tomboy. Tomboy itu kuat dibanting, jadi resiko darah tinggi kecil.
     Luthfia menyukaiku sampai detik ditahun 2019. Aku kira ia menyukaiku karena aku polos, kecil, kayak orang shalih (padahal?), kayaknya sih aku baik (padahal?), kayaknya sih aku rajin (padahal?). sesampai aku ditulis dikontak sebagai calim (calon imam), pikirku imam sholat ya biasa aja. Aku pilihkan mantannya yang gagah perkasa, hitam pendek dari madura ia nggak mau.
Aku gak tau apa yang ia pikirkan. Karena aku memang orangnya kalau dichat suka cuek, bahasa yang dipakai sedikit. Kalau aku dipancing dengan cah los (nggak baperan), sampai menemukan zona nyamanku, paling tulisan chat panjang saya akan terbuka, bahkan prifasi yang terkunci rapat dengan tidak sengaja terbuka.
     Di ending cerita ini memang benar adanya. Sebenarnya aku menulis panjang ingin menunjukkan pembaca agar mengetahui bahwa Allah telah menentukan jodoh seseorang. Jangan bingung memilih. Diusia belajar, belajarlah. Cari prestasi sebaik-baiknya. Se-kaya-kayanya. Jangan buah cinta merusak kepribadianmu, merusak prestasimu.
     Jodoh yang baik ialah jodoh halal ditangan orang tua. Jangan mencoba mencium ular berbisa tanpa menjinakkannya. Pesan yang kedua, laki-laki dianggap hebat bukan karena ganteng, tapi kalau bisa mapan, agama kuat, ilmu kuat, berani baru berjodohlah. Jangan mengikat lelaki yang masih dibawah tangan angela. Ia masih belum bisa berjalan, merangkakpun masih dituntun.
     Memang jodoh sudah diatur, tapi mapanlah dulu. Janganlah mendahului umur. Mengaji aja belum bisa. Pikirkan bintang yang akan engkau tetaskan. Ia pasti butuh asupan dohir batinmu. Jangan merusak nasab yang telah ditetaskan orangtuamu. Kalau bisa perbaiki apa yang lecet. Sekian. (ahad, 20 January 2019, pukul 19:45 WIB)

Previous
Next Post »
Thanks for your comment