(Sebuah Tulisan Kecil Untuk Fajrul Ummah al-Banjari)
Oleh: Mohammad Dinul Qoyyim Al Khafidz
Pada zaman now, tidak ada seorang yang tidak tahu tentang sholawat. Mulai dari kalangan anak kecil sampai dewasa. Shalawat merupakan pujian, salam, dan do’a kepada Nabi Muhammad SAW. Namun mengenai posisi sholawat dizaman sekarang masih sinpasiur antara pantaskah disebut dengan shalawat ataupun tidak.
Mengapa demikian? Mungkin dari segi dangkalnya pengetahuan saya shalawat merupakan lantunan, salam, pujian, hormat, dan do’a kepada Nabi Muhammad. Melihat dari batasan pengertian yang telah dikemukakan oleh berbagai media baik itu mulai dari al-Qur’an, Hadis, Qaul Ulama’ dan lain sebagainya kalau mendengar shalawat pasti tertuju kepada Nabi, bukan kepada hal yang lainnya. Bahkan adapula yang menyebutkan kepada Nabi dan Keluarga Nabi.
Lagu tidak disebut shalawat adalah lagu yang di dalamnya tidak ada kata yang menyinggung nama Nabi atau keluarga Nabi. Seperti lagu: Ismakhu Isma’u dan lain sebagainya.
Bernyanyi atau ghina’ merupakan hiburan lisan yang menenangkan hati. Terkadang setiap orang memilih untuk menuangkan perasaannya melalui lirik lagu untuk dinyayikan atau hanya sekadar meniru lagu orang lain. Meskipun, dari segi madzhab fiqhiyah khusunya yang sedikit bersinggungan dengan tasawuf tidak memperbolehkan ghina’ menempel pada manusia (Tanbih al-Ghafilin: Tt).
Suara indah ternyata sumber perolehan dicapai dengan dua cara. “Mengenai latihan olah suara terdapat dua jenis, yang pertama adalah autodidak. Autodidak merupakan indahnya suara muncul karena bawaan dari orang tuanya. Jadi, seseorang memiliki suara indah dari orang tua itu sendiri melalui gen atau penurunan sifat dan bakat yang sama. Kemudian, Iktisabi merupakan keindahan suara yang muncul yang diperoleh dengan latihan olah suara secara kontinou. Setiap hari setiap waktu belajar melatih olah suara”. Ujar Bapak Ma’arif Guru MAN Denanyar.
Keindahan suara memang ada yang didapatkan dengan faktor keturunan, tetapi ia tidak bisa meniadakan latihan sebagai faktor pendukung. Hal ini dipertegas dengan ungkapan dari salah satu vokalis grub Fajrul Ummah al-Banjari, “Suara itu bisa bagus karena kira sering latihan, kalau kita sering latihan Insyaallah vokal itu akan tertata sendiri.”
ConversionConversion EmoticonEmoticon